http://tahupac.org/dissertation-in-physical-education/ Sejarah Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta atau yang selanjutnya disingkat dengan BBLK Jakarta dimulai sejak tahun 1972 sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Labkes Daerah DKI Jakarta, dalam struktur organisasi Dinas Kesehatan  DKI Jakarta. Tahun 1978 Labkesda DKI Jakarta berubah status kepemilikan dari UPTD Pemda DKI Jakarta menjadi UPT Departemen Kesehatan dan berubah nama menjadi Balai Labkes Jakarta dengan status kelas B.  Perubahan status kepemilikan tersebut ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 142 /MENKES/ SK/IV/1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Balai Labkes.

http://www.fidam.net/?business-plan-for-custom-jewelery-business

Pada awalnya lokasi Balai Labkes Jakarta berada di Jalan Kesehatan Raya Jakarta Pusat dan sejak tanggal 29 Juni 1999 Balai Labkes DKI Jakarta pindah kantor di jalan Percetakan Negara No.23 B Jakarta sesuai dengan Surat Keputusan Menkes RI No.HK.00.SJ.SK.IV.12 BA.

go to site

Dalam perjalanan selanjutnya Balai Laboratorium Kesehatan Jakarta statusnya meningkat menjadi Balai Laboratorium Kesehatan kelas A dengan Eselon III.a sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1063 /MENKES/ SK/IX/2004. Dengan demikian Balai Labkes Jakarta dipimpin oleh seorang Kepala Balai dibantu dibantu Kasub Bagian Tata Usaha dan dua Kepala Seksi (Seksi Laboratorium Klinik & Kesmas, dan Seksi Pengendalian Mutu).

http://skbioextracts.com/how-to-start-a-college-admissions-essay-history/

http://www.kstechnologybd.com/ronald-reagan-essay/ Selanjutnya pada tanggal 31 Maret 2006 status Balai Laboratorium Kesehatan DKI Jakarta meningkat menjadi Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta, dengan eselon IIb, sesuai Peraturan Menkes RI Nomor 558/MENKES /PER/VII/2006. Dengan Eselon IIb tersebut maka Balai Besar Labkes Jakarta dipimpin oleh seorang Kepala Balai dibantu seorang Kepala Bagian Tata Usaha dan dua orang Kepala Bidang (Bidang Laboratorium Klinik & Kesmas dan Bidang Pengendalian Mutu). Kepala Bagian Tata Usaha di bantu dua orang Kepala Sub Bagian (subbag  perencanaan dan keuangan dan subbag umum dan kepegawaian). Sedangkan Kabid  laboratorium klinik dan kesmas dibantu dua kepala seksi (seksi lab.klinik dan seksi kesmas), dan Kabid Pengendalian Mutu dibantu dua orang kepala seksi (seksi pemantapan mutu dan seksi diklat dan litbang).

http://www.serviceindustry101.com/persuasive-essay-mandatory-community-service/ Setelah peningkatan status dari III.a ke II.b, BBLK Jakarta kemudian memulai proses selanjutnya untuk menjadi Instansi Pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK BLU). Melalui proses pengusulan ke Ditjen Bina Pelayanan Medik dan presentasi di depan Tim PPK BLU Kementerian Keuangan  pada tanggal 2 November 2009 maka terhitung  tanggal 26 Januari 2010 Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta  ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan layanan Umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan RI No.34/KMK.05/2010.